Bir Budaah
بئر بضاعة
Bir Buda'ah
Ikhtisar
Bir Budaah adalah sumur bersejarah yang terletak sekitar 500 meter dari Masjid Nabawi di kawasan kota lama Madinah. Sumur ini dikenal atas sebuah riwayat kenabian yang khas tentang kesucian air dan secara historis digunakan untuk berbagai keperluan oleh penduduk Madinah. Situs ini telah ditandai dan dilestarikan, meski sumur itu sudah tidak lagi digunakan secara aktif.
Makna historis
Ketika sebagian orang mengungkapkan kekhawatiran tentang kesucian air di sumur ini karena limpasan air hujan dan zat lain akan mengalir masuk ke dalamnya, Nabi ﷺ menyatakan bahwa air itu suci dan tidak ada yang menajiskannya, sebagaimana tercatat dalam kumpulan hadis Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Ketetapan kenabian ini menjadi prinsip mendasar dalam fikih Islam mengenai kesucian air, memengaruhi pendapat hukum di seluruh mazhab selama lebih dari empat belas abad.
Tahukah Anda?
Pernyataan Nabi tentang Bir Budaah menetapkan prinsip hukum bahwa kumpulan air yang besar mempertahankan kesuciannya kecuali warna, rasa, atau baunya berubah secara nyata, sebuah kaidah yang memudahkan penggunaan air bagi kaum Muslimin di berbagai lingkungan.
Hadis
Water is pure; nothing makes it impure.
- Sunan Abu Dawud 67, Sunan an-Nasa'i 326
Doa
General supplication
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ʿadhāb an-nār
Our Lord, give us good in this world and good in the Hereafter, and save us from the punishment of the Fire.
Situs di sekitar
بئر رومة
Bir Rumah, yang juga dikenal sebagai Sumur Utsman, adalah sumur bersejarah yang terletak di bagian barat laut Madinah yang dikelilingi taman umum dan kebun kurma. Situs sumur ini telah dikembangkan menjadi kawasan bergaya taman kecil yang menyediakan ruang hijau yang tenang bagi pengunjung. Sebuah kebun kurma besar di samping sumur konon masih menghasilkan buah dari pohon-pohon keturunan tanaman aslinya.
بئر العِهْن
Bir al-Ehn terletak di distrik Aliyah, Madinah, di kawasan yang dahulu merupakan kediaman Bani Umayyah dari kalangan Ansar. Sumber-sumber berbeda pendapat apakah ia sumur tersendiri: rujukan Saudi dan Arab memperlakukan "al-Ehn" dan "al-Yasira" sebagai dua nama bagi satu sumur, sementara sebagian daftar sumur-sumur kenabian menghitungnya sebagai dua situs terpisah. HalalAtlas mempertahankan kedua entri sampai hal ini dipastikan, sehingga catatan ini dan catatan Sumur Alyasira mungkin menggambarkan tempat yang sama.
بئر بصة
Dimiliki oleh Abu Sa'id al-Khudri (RA). Nabi (semoga kesejahteraan atasnya) membasuh kepalanya dengan sari wewangian dan menuangkan sisanya ke dalam sumur ini, memberkahi airnya.